Sabtu, 21 Maret 2015

cerpen



Cinta Yang Terbalas
Malam yang dingin menyelimuti tubuh mungil Laura yang sedang menyembunyi - kan diri dibalik selimut yang sama sekali tidak membantunya. Jari – jarinya menekan tombol alphabet pada keyboard notebooknya. Ia sedang berchatting ria dengan seseorang yang baru dia sukai 2 minggu lalu. Namanya Farel. Perutnya mulai terasa melilit menunggu masakan nasi goreng Mamanya.
“ ah.. aku lapar.” Gumam Laura dari balik selimut.
“ Ariska ! Laura ! makan.” Teriak Mama Laura dari dapur.
“ akhirnya..” Laura segera bergegas meninggalkan kegiatan chattingnya setelah mendengar seruan dari Mamanya. Tanpa berpikir panjang, Laura pun langsung melahap nasi goreng yang pedas dengan rakus. Setelah mendapat tiga suap, Laura memutuskan untuk makan sambil melanjutkan kegiatannya berchatting ria. Setelah bersila dan memandang layar notebooknya, ternyata ia mendapat balasan pesan dari Farel. Ia segera membuka dan membacanya.
          Farel : aku boleh ngomong?
Pada saat itu jantung Laura berdetak cepat sekali. Seakan – akan, ia akan kehilangan jantungnya saat itu juga. Iya sedikit ragu, tetapi Laura memutuskan untuk membalasnya.
          Laura : boleh.
Setelah mengirim, Laura melanjutkan makan malamnya. Dia penasaran, sebenarnya apa yang ingin Farel bicarakan dengannya. Laura melihat layar notebooknya yang tidak menampilkan perubahan. Belum ada balasan.
“ kenapa lama sekali?” gumam Laura dalam hati. Tak lama kemudian terdengar nada pesan dari notebooknya. Laura bergegas membukanya.
          Farel : sebentar.
Laura terheran membaca pesan dari Farel. “ Aneh sekali” pikirnya. Laura memutuskan untuk tidak membalasnya. Iya melanjutkan memasukkan suapan nasi goreng ke dalam mulutnya. Centing. Nada pesan masuk mengagetkan Laura. Ia menghentikan kegiatan makannya sejenak dan membaca pesan masuk.
          Farel: sebenarnya aku suka sama kamu. Maaf kalau aku tidak gentle karena aku tidak pintar berkata – kata. I Love You.
Laura tercengang membaca pesan dari Farel. Nafsu makannya hilang saat itu juga. Padahal nasi gorengnya masih tersisa setengah. Saat itu juga jantungnya terasa mau copot. Laura tidak menyangka, ternyata Farel juga menyukainya. Entah perasaan apa yang ia rasakan saat ini. Laura membalas pesan dari Farel.
          Laura : hah?
Hanya itu yang bisa Laura kirimkan ke Farel. Karena Laura masih syok dengan apa yang telah terjadi. Centing. Sekali lagi nada pesan mengagetkan Laura. Ia segera membacaya.
          Farel: lega. Terima kasih dan maaf karena sudah membuatmu kaget.  
Laura tidak percaya bahwa cintanya terbalaskan malam itu juga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar